Kontak RuangPelan.com
Halo! Silakan kirim pesan, saran, atau cerita kamu melalui form di bawah. Saya akan berusaha membalas secepat mungkin.
Halo! Silakan kirim pesan, saran, atau cerita kamu melalui form di bawah. Saya akan berusaha membalas secepat mungkin.
Terima kasih sudah mengunjungi RuangPelan.com! 💛
Biasanya aku ganti oli di rumah. Waktunya nggak tentu, kadang pagi, kadang sore. Kalau lagi ingat dan ada waktu. Alatnya juga sederhana, cuma kunci, wadah bekas, dan lap kain.
Motor aku panaskan sebentar, lalu baut oli dibuka. Saat oli lama mulai keluar, ada bau khas yang langsung kerasa. Nunggu sampai tetesan terakhir itu entah kenapa bikin diam sebentar. Hal sepele, tapi justru di situ ada rasa puasnya.
Untuk urusan oli, aku nggak fanatik merek. Pilih yang sesuai mesin dan pemakaian harian. Selama dipakai nyaman, mesin halus, dan nggak ada masalah, itu sudah cukup buatku.
Ganti oli sendiri bikin aku lebih kenal motor. Lebih peka sama suara mesin atau rasa tarikan setelahnya. Bukan berarti aku anti bengkel, karena tetap ada hal-hal yang memang harus ditangani ahlinya. Tapi untuk urusan sederhana seperti ini, aku lebih nyaman mengerjakannya sendiri.
Yang aku suka dari kebiasaan ini bukan soal hemat atau teknisnya. Lebih ke waktu tenang beberapa menit, mengerjakan sesuatu dengan tangan sendiri, tanpa ribet.
Ini bukan soal siapa lebih jago. Cuma catatan kecil tentang menikmati hal sederhana, dan merasa cukup dengan itu.
Motorku Honda Vario 160 ABS. Aku biasa ganti oli tiap kurang lebih 2.000 km, pakai Honda SPX2. Beli Di bengkel dekat rumah harganya sekitar 60 ribuan, sementara di AHASS biasanya selisih sedikit lebih mahal.
"Nggak selalu soal hemat, kadang cuma ingin ngerjain sesuatu dengan tangan sendiri."
Bukan untuk viral, bukan untuk uang, tapi sekadar menulis apa yang sedang dipikirkan dan dialami.
Saya pernah ada di masa itu.
Bertahun-tahun lalu, blog menjadi teman malam, tempat menuangkan cerita, opini, dan hal-hal kecil yang mungkin tidak penting bagi orang lain, tapi berarti bagi diri sendiri. Waktu berjalan, dunia berubah, media sosial datang silih berganti, dan blog perlahan ditinggalkan.
Sampai akhirnya saya kembali ke sini.
Kenapa mulai lagi?
Jujur saja, blog ini tidak dimulai dengan target besar.
Tidak ada janji soal penghasilan, tidak ada ambisi mengejar trafik, apalagi popularitas.
Saya hanya ingin:
mencatat perjalanan
menyimpan pengalaman
dan sesekali berhenti sejenak untuk menulis
Entah itu tentang:
perjalanan ke tempat wisata
pengalaman di bengkel saat ganti oli
cerita seputar teknologi dan ponsel yang dipakai sehari-hari
atau sekadar catatan kecil tentang hidup
Semua akan ditulis apa adanya.
Blog ini tentang apa?
Catatan Seti adalah blog personal.
Isinya mungkin beragam, tapi satu hal yang sama: jujur dan berdasarkan pengalaman nyata.
Kalau suatu hari saya sedang di jalan, mungkin akan ada foto dan cerita singkat.
Kalau sedang di bengkel, mungkin akan ada catatan tentang merek oli atau servis kendaraan.
Kalau sedang tertarik teknologi, mungkin akan ada opini sederhana dari sudut pandang pengguna.
Tidak harus rapi, tidak harus sempurna.
Pelan-pelan saja
Blog ini tidak akan diisi setiap hari.
Mungkin seminggu sekali, mungkin dua minggu sekali.
Menulis saat ada cerita, bukan karena terpaksa.
Karena pada akhirnya, blog adalah tentang bertahan, bukan tentang cepat.
Terima kasih kalau kamu menemukan blog ini dan sempat membaca.
Semoga catatan sederhana ini suatu hari bisa berarti, setidaknya bagi saya sendiri.
— Seti